Nama: Sri Regina Nainggolan
Kelas: XI MIA 3
Guru Pembimbing: Bapak Harry Syahputra Gultom, M.Pd
Selamat pagi bagi kita semuanya. Di sini kita berada, dalam kondisi jiwa maupun raga yang amat mendukung aktivitas kita sampai kala ini. Maka dari itu baiklah kita bersyukur serta berterimakasih atas anugerah yang diberikan juga kesempatan yang tidak luput dikehendaki Tuhan, Sang Pencipta, kepada kita.
Yang terhormat, Bapak Harry Syahputra Gultom selaku guru pembimbing dan juga yang saya sayangi dan senangi teman teman sekalian. Sungguhlah sebuah kehormatan mampu berbicara di depan ini guna memperlihatkan kebolehan saya, Sri Regina Nainggolan untuk membawakan tema Depresi Pada Remaja.
Depresi, saya yakin sekali istilah ini sangat tak asing bagi kita. Sebuah kondisi yang menjadi titik perhatian para remaja. Titik perhatian yang dimana membawa penyesalan di penghujung cerita baik itu secara faktorisasi yang berasal dari unsur kesengajaan atau pun sebaliknya.
Mengapa saya sebutkan adanya unsur kesengajaan, sebab faktanya sudah tidak terhitung jari lagi berapa kali saya menemukan para remaja khususnya pengguna media sosial yang malah penasaran bahkan sampai sampai ingin merasakan seperti apa itu depresi. Apalagi ketika kebanyakan remaja justru menjadikan depresi sebagai sebuah tren yang kemudian berujung mendapat cibiran dari khalayak sebab tampak sangat disengajakan dengan memutarbalikkan fakta akan kehidupan mereka dibanding kenyataannya. Memamerkan bentuk dari depresi sebagai suatu hal yang membuat mereka terkesan keren dan beda dari yang lain. Aslinya, sebagian remaja ini sudah salah mentafsirkan bagaimana depresi itu sebenarnya.
Menggungah keluh kesah kita ke media bukanlah suatu kesalahan. Namun bagaimana jika hal ini memiliki tujuan lain yang jatuhnya membuat orang tersinggung? Biar bagaimanapun kita sebagai penonton juga bisa membedakan jika terlampau kentara berpura pura. Hal ini tentu akan merembes kepada remaja remaja yang benar benar mengalaminya.
Tidak menutup kemungkinan bahwasanya kondisi remaja ini akan disepelekan bahkan diolok-olok, dicap hanya sebagai kepalsuan semata hanya karena pengaruh dari kalangan sebagian remaja yang sudah menyalahgunakan arti dari depresi tersebut.
Hadirin sekalian, depresi bukanlah sebuah fenomena populer yang kita lakukan untuk dianggap keren. Depresi tidak bisa kita salah artikan karena hal ini menyangkut kesehatan jiwa dan mental seseorang. Dimana letak hati nurani kita kalau kita malahan menganggap depresi sebagai sebuah tren? Tentu saja hal ini perlu diperhatikan oleh para remaja yang hanya memprioritaskan kesenangan di media sosial tanpa mempedulikan perasaan orang yang benar-benar menghadapinya.
Maka dari itu, saya juga menyinggung agar kita bisa menggunakan media sosial sebaik dan sebijak mungkin dengan lebih menciptakan atau mengikuti tren yang lebih bermanfaat dan tidak menyinggung. Mari, bersama sama kita tidak sembrono mengartikan bentuk dari depresi.
Bapak dan teman-teman sekalian, demikianlah jabaran serta solusi dari saya. Saya harap hal ini dapat kita wujudkan mulai hari ini dan seterusnya. Mohon maaf jika ada suatu kesalahan yang saya perbuat dalam pemilihan kata kata yang terucap. Saya, Sri Regina Nainggolan pamit undur diri, terima kasih.
| ginanangl, 21/10/2022
Big applause buat Regina!! materi padat dan mudah dipahami. Intonasi dan artikulasinya jelas. Namun, pembawaan (mimik dan gestur) masih agak kaku (Regina terlihat tegang).
BalasHapusKesimpulan : Kita harus bisa menggunakan media sosial sebaik dan sebijak mungkin dengan lebih menciptakan atau mengikuti tren yang lebih bermanfaat dan tidak menyinggung. Mari, bersama sama kita tidak sembrono mengartikan bentuk dari depresi.
big thanks buat adrian juga, terimakasih atas sarannya ๐ธ
Hapusbagus cuy keren
BalasHapusthanks cuy
HapusPenguasaan dan materi Regina sangat bagus. Gerakan tangan Regina juga sangat bervariasi.
BalasHapusKesimpulan : Jangan merasa seolah-olah depresi itu adalah hal yang biasa dan hanya menaikkan nama semata.
terimakasih felira ๐ธ
HapusPenampilan regina sudah sangat bagus tidak ada yg harus dikomentari menurut saya
BalasHapuskita tidak boleh memalsukan emosi kita hanya untuk mencari perhatian
terimakasih adit ๐ธ
HapusIsi materi, penyampaian materi, serta intonasi dan mimik wajah sangat bagus! Regina juga tidak gugup saat berceramah ๐ keren gina
BalasHapusterimakasih diana ๐ผ๐ธ
Hapusmenurut aku ceramah bagus, mudah dimengerti dan cara penyampaian bagus
BalasHapusterimakasih yoseva ๐ธ
HapusMaterinya dari Sri regina Nainggolan sangat bagus, intonasi dan mimik wajah juga sangat bagus saat mengucapkan ceramah๐✨
BalasHapusterimakasih tiara ๐ธ
HapusTeksnya bagus, intonasi dan mimik saat tampil di depan juga bagus.
BalasHapusKesimpulan : Depresi terkadang dianggap fenomena yang keren. Padahal hal tersebut merupakan salah satu gangguan dalam kesehatan mental. Saat ini banyak remaja yang memprioritaskan kesenangan dalam media sosial, dan saat ini kita harus bijak dalam menggunakan media sosial karena bisa saja media sosial dapat membuat seseorang menjadi depresi bila kita tidak menggunakan media sosial dengan bijak
terimakasih novita ๐ธ
HapusSANGAT BAGUS
BalasHapusMimik wajah sangat dapat dan intonasinya bagus
terimakasih zalfa ๐ธ
HapusMateri yang dibawakan sangat bagus, dan pembawaan sangat menarik ๐คฉ✨๐
BalasHapusKesimpulan: Depresi bukanlah sebuah fenomena populer yang kita lakukan untuk dianggap keren. Depresi tidak bisa kita salah artikan karena hal ini menyangkut kesehatan jiwa dan mental seseorang. Maka dari itu, agar kita bisa menilai media sosial sebaik dan sebijak mungkin dengan lebih menciptakan atau mengikuti tren yang lebih bermanfaat dan tidak menyinggung.
terimakasih hanny ๐ธ
HapusKOMENTAR AGNES
BalasHapusMateri yang dibawakan regina sangat menarik dan mudah dipahami. Penampilan Regina pun sudah sangat bagus. Hanya saja Regina terlihat tegang saat tampil.
Kesimpulan:
Depresi tidak bisa kita salah artikan sebagai sebuah fenomena populer yang dianggap keren. Depresi adalah ganguan mental yang jika dibiarkan terus menerus akan berakibt fatal. Oleh karena itu, kita harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mengikuti tren yang berdampak negatif bagi diri kita dan orang lain.
KOMENTAR NAMYRA
BalasHapusceramah regina sangat bagus dan bermanfaat
mimik dan gerak nya juga bagus
KOMENTAR RIFDA ATIKAH
BalasHapusPembawaan materi sudah bagus dan nyaman didengar. Materinya juga sangat bermanfaat.
Kesimpulan :
Depresi berkaitan akan kesehatan mental seseorang, yang tidak seharusnya dijadikan sebagai tren hanya untuk kesenangan semata. Kita harus menghargai perasaan orang lain, mendukungnya, dan menjadi pendengar yang baik. Karena kita tidak akan tau bagaimana perasaan orang yang benar-benar mengalaminya.
Yang sudah mengomentari blog ceramah saya :
BalasHapus1. Adrian
2. Rafa
3. Felira
4. Aditya
5. Diana
6. Yoseva
7. Tiara Krisa
8. Novita
9. Zalfa
10. Hanny
11. Namyra
12. Agnes
13. Rifda