I. IDENTITAS Judul buku: Tujuh Hari untuk Keshia Pengarang: Inggrid Sonya Penyunting: Pradita Seti Rahayu Korektor: Pradita Seti Rahayu Penata letak: Afrizal in Wahyudi Desainer sampul: Dea Raedina Penerbit: PT Elex Media Komputindo Tahun terbit: 2019 Cetakan: Pertama Tebal buku: 448 halaman Ukuran buku: 20 × 12 cm Harga buku: Rp28.440,00 II. ORIENTASI Novel Tujuh Hari untuk Keshia karangan Inggrid Sonya , seorang lulusan Politeknik Negeri Media Kreatif yang lahir pada 17 Juni 1997 di Jakarta pada jam 01:30 pagi lewat operasi caesar, sebuah fase kehadiran di bumi yang cukup rumit. Jadi, ketika hidupnya berhadapan dengan hal-hal sulit, dia akan menekankan pada dirinya sendiri bila dia pasti mampu melewatinya lagi dan lagi. Pernah menjadi seorang yang berkecimpung di PT Gramedia Pustaka Utama dan kini semakin mendalami kehidupan editor dan sebagai pekerja lepas dalam menulis berbagai karya. Dalam novel ini, dituliskan bahwa kisah ini bercerita tentang waktu, t...
POIN 1 I. Topik -. Lemahnya penguasaan Bahasa Indonesia II. Pernyataan : Fakta menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Indonesia baik bahasa lisan maupun bahasa tulis di kalangan mahasiswa cukup lemah Lemahnya kemampuan berbahasa Indonesia di kalangan mahasiswa tampak pada beberapa aspek. Pertama, keterampilan berbahasa lisan. Mahasiswa kurang mampu mengungkapkan gagasan dengan menggunakan bahasa yang tepat, baik pilihan kata yang kurang sesuai maupun alur gagasan yang tidak logis dan tidak sistematis. Penguasaan kosa kata yang tidak memadai mengakibatkan mahasiswa kurang lancar berbicara, terkesan sulit menemukan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan gagasan (kurang kata-kata), bicara tidak sesuai dengan pola kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kedua, keterampilan berbahasa tulis. Mahasiswa kurang mampu mengungkapkan gagasan secara tertulis sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia. Kesalahan berbahasa yang sering muncul pada makalah yang disusun mahasis...